Sajak "Melayu" oleh blogger APA


He he..ini kali pertama dalam hidup aku berdiri dipentas
mendeklamasikan sajak...so jangan ketawa.

Ini sajak Sastrawan Negara Usman Awang yang aku deklamasikan dimalam kebudayaan Jelajah Anak Malaysia baru baru ini semoga ianya memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang masih tercari cari erti keMelayuan dalam diri sendiri...

Hayatikanlah....




Sajak “Melayu” oleh Usman Awang


Melayu itu orang yang bijaksana

Nakalnya bersulam jenaka

Budi bahasanya tidak terkira

Kurang ajarnya tetap santun

Jika menipu pun masih bersopan

Bila mengampu bijak beralas tangan




Melayu itu berani jika bersalah

Kecut takut kerana benar

Janji simpan di perut

Selalu pecah di mulut

Biar mati adat

Jangan mati anak




Dalam sejarahnya

Melayu itu pengembara lautan

Melorongkan jalur sejarah zaman

Begitu luas daerah sempadan

Sayangnya kini segala kehilangan




Melayu itu kaya falsafahnya

Kias kata bidal pusaka

Akar budi bersulamkan daya

Gedung akal laut bicara




Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya

Sedangkan kampung telah tergadai

Sawah sejalur tinggal sejengkal

Tanah sebidang mudah terjual




Meski telah memiliki telaga

Tangan masih memegang tali

Sedang orang mencapai timba

Berbuahlah pisang tiga kali

Melayu itu masih bermimpi




Walaupun sudah mengenal universiti

Masih berdagang di rumah sendiri


Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak




Watak Melayu menolak permusuhan

Setia dan sabar tiada sempadan


Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan


Berdamai cara Melayu indah sekali

Silaturrahim hati yang murni

Maaf diungkap senantiasa bersahut

Tangan diulur sentiasa bersambut

Luka pun tidak lagi berparut




Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan

Segala yang ada sanggup diberikan

Sehingga tercipta sebuah kiasan:

“Dagang lalu nasi ditanakkan

Suami pulang lapar tak makan

Kera di hutan disusu-susukan

Anak di pangkuan mati kebuluran”




Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu

Masihkan tunduk tersipu-sipu ?


Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan

Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka!

3 comments:

Fairus Alias said...

Assalamualaikum..

HIDUP BANGSA MELAYU...!

SysOp said...

Bhai Azmi APA....

Pergh... ader gaya jadi pendeklemasi sajak professional lar... hahaha.... Sajak yang memang relevan sampai ke hari ini dan masa depan... hahaha

C++
CipanTapirTenuk.Blogspot

Aku Peduli Apa @ APA said...

Wkmslm Sis Fairuz,
Hidup

Bhai C++.
Sebenarnya banyak hal yang selama ini kita rasa tidak mampu kita lakukan ternyata ianya boleh dilakukan...asal saja kita berani mencuba untuk pertama kalinya...ha ha ha

Jom Balun Kiri Kanan Atas Bawah

SEJARAH KERAJAAN KEDAH TUA

Penulisan Luar Kotak Pemikiran Biasa

GADGET CORNER

BLOGLIST APA - SILA KLIK BANNER

BLOGLIST APA - SILA KLIK BANNER
SEMUA LINK SAHABAT BLOGGERS APA BERADA DALAM BLOGLIST INI..SILA TINGGALKAN KOMEN DI APA BLOGLIST JIKA ADA BLOG YANG TERCICIR UNTUK DIMASUKAN
Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Featured Posts